Posted by: grahita | April 10, 2014

Benarkah Joko Widodo adalah Satrio Piningit?

Oleh: Mbah Wagoe

 

Joko Widodo muJokowi-satrio piningitngkin akan menjadi trending topic pasca kemenangan PDI Perjuangan dalam Pemilu ini. Ada beberapa hal yang patut disimak berkaitan dengan manusia yang bernama Joko Widodo ini. Begitu banyak prediksi (mungkin lebih tepatnya harapan) publik tentang kinerja Jokowi dalam merubah negara ini, dan salah satu prediksi itu adalah prediksi yang menyebut Joko Widodo sebagai pemimpin Satrio Piningit (Satria Tersembunyi) yang selama ini memang ditunggu-tunggu oleh banyak kalangan.

Kesan publik terhadap figur Joko Widodo memang bukan kesan “polesan media” atau “polesan money politic” tetapi lebih pada figur yang cukup diterima dan memiliki kesan yang baik dalam hati rakyat Indonesia.

Saya lebih menggambarkan Joko Widodo sebagai figur pemimpin yang sangat memenuhi syarat kepemimpinan versi saya dengan membandingkannya pada beberapa figur kebaikan dalam filosofi budaya Jawa, yakni:

1. Ngemong (mau mendengar dan melayani), seperti tokoh Semar.

2. Santun ( mau menjaga keramahan walau pada saat diserang), seperti tokoh Bambang Irawan

3. Anteng ing Pikir (tidak terlalu reaktif terhadap kritikan ), seperti tokoh Nakulo

4. Andap Asor (rendah hati), seperti tokoh Ramawijaya

5. Sigap (selalu siap tempur di lapangan), seperti tokoh Gatutkaca

6. Opo Anane (jujur dan berjalan seperti adanya), seperti tokoh Puntodewo

7. Wani (berani membongkar kebiasaan jelek dan pelanggaran), seperti tokoh Sadewa

8. Teges (tidak plinpan, dan tegas dalam mengambil keputusan), seperti tokoh Wingsang Geni

9. Temen ( Tulus dalam melakukan sesuatu), seperti tokoh Bimo Werkudoro

10. Wicaksono (bijaksana) seperti tokoh Kresno.

 

Ke-sepuluh syarat kepemimpinan di atas memang lebih menggambarkan Joko Widodo sebagai seorang pemimpin berdasarkan pengamatan saya (yang tentu saja mungkin tidak ilmiah).

Untuk menjadi seorang Satrio, Joko Widodo jelas sudah memenuhi syarat. Bagaimana dengan Satrio Piningit?

Joko Widodo hampir tidak pernah muncul di media massa sebelum ia menjabat menjadi walikota Surakarta. Joko Widodo adalah seorang tokoh masyarakat yang muncul dari sebuah proses pendadaran keadaan yang sangat normal (bukan suksesi). Pencalonan Presiden Joko Widodo juga bukan proses suksesi, bahkan menurut saya adalah proses “keterpaksaan” oleh desakan kondisi politik sehingga PDIP, mau tidak mau harus menempatkan Joko Widodo pada porsi pencalonan presiden mendatang. Kalau boleh jujur (menurut analisa saya) ibu Megawati tentu masih ingin kekaisaran politik dibangun terus menerus, namun sekali lagi karena keadaan, terpaksa mengusung calon di luar ranah suksesinya.

Perlu dicatat bahwa selama menjadi walkota Solo beliau tidak memanfaatkan fasilitas dinas dari Pemerintah, seperti misalnya mobil dinasnya cukup menggunakan mobil dinas yang dipergunakan oleh walikota sebelumnya. Ada satu hal yang secara prinsipial Joko Widodo berbeda dengan para apemimpin sebelumnya, yakni bahwa baginya anggaran negara harus kembali kepada rakyat. Joko Widodo mungkin satu-satunya pioneer pemimpin yang sangat sukses memberdayakan pembenahan sector kesehatan dan jaminan kesehatan publik bagi warga yang dipimpinnya. Namun tentu saja Joko Widodo bukanlah dewa atau semacamnya, yang tidak memiliki kekurangan. Joko Widodo tentu juga tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa kerja sama dari berbagai pihak, terutama masing-masing rakyat yang memang mengharapkannya untuk menjadi perubah keadaan bangsa ini.

Benarkah Joko Widodo memang kesatria yang selama ini disembunyikan oleh keadaan (satrio piningit) itu, silahkan anda sendirilah yang menentukannya.

ImageSaya memang agak terkesan dengan kasus pembunuhan yang baru-baru ini dilakukan oleh anak muda, katakanlah “mantan pacar”,bernama Hafitd terhadap gadis remaja, Ade Sara Angelina Suroto (19) , yang tergolong muda belia. Berita ini kemudian menjadi merebak kemana-mana.  Secara umum kasus ini tampak menjadi aneh, karena pembunuhan tidak dilakukan oleh seorang diri, melainkan oleh pasangannya.

Kasus –kasus tindakan agresif dan tindak kejahatan memang bisa menular, dalam arti bahwa satu individu yang berprilaku agresif bisa mempengaruhi individu lainnya, sehingga mereka akan sama-sama memperoleh kepuasan dengan perilaku agresif yang mereka lakoni.

Lange (1930) mencatat sejarah kriminal dari tiga belas pasang kembar monozigot.

Sepuluh kasus itu menunjukkan sesuai sejarah. Dari tiga pasang di antaranya hanya satu dari si kembar memiliki penjahat merekam dua menderita cedera otak. Dalam kasus ketiga ada endo-crine perbedaan, kembar non-kriminal memiliki goiter. Dari kasus ini, dan bukti dari tujuh belas kasus kembar dizigot. Walaupun pada akhirnya Lange menyimpulkan keturunan yang memainkan besar, meskipun tidak eksklusif, bagian dalam penyebab kejahatan. Namun, kriteria kejahatan yang dilakukan ternyata juga terjadi pada beberapa pasang teman sebaya yang melakukan kejahatan secara bersama-sama. Eko Budhi Purwanto, Pimpinan umum Grahita Indonesia  menyebutnya dengan istilah “aggressivism infectious behavior”, sebagai sebutan terhadap proses penularan perilaku kejahatan individu satu terhadap individu lain.

Penyebab Utama Kasus “Aggressivism Infectious Behavior”

Penyebab hampir semua perilaku agresif dan tindak kejahatan adalah pribadi yang tidak kokoh, dan biasanya ada beberapa penyebab yang mempengaruhinya,

  1. Post traumatic  history yang terjadi (walaupun bagi individu dengan pribadi yang kuat tidak akan berdampak .
  2. Ketergantungan yang besar akibat suasana keluarga yang protektif. (biasanya lebih berdampak pada mereka yang ditulari)
  3. Rejection (penolakan) yang sering dialami oleh individu dari lingkungan terdekat.

Jadi jelaslah sekarang bahwa perilaku agresif memang bisa ditularkan terutama terhadap dan atau oleh mereka yang tidak memiliki kepribadian yang kuat.

Sumber: Eko Budhi Purwanto :” Aggressivism Infectious Behavior”;e-book2001,Batubita Inc.

Pengin Jadi Ahli Anatomi dalam sehari :
Ini Jawabnya Man!!!

Posted by: grahita | January 27, 2014

Bukti Baru Peluang Kehidupan di Mars

Para ilmuwan telah menemukan bukti baru tentang adanya  air tawar di Mars yang bisa mendukung kehidupan . Kini tinggal satu langkah detail lagi untuk membuktikan bahwa ada peluang kehidupan di luar Bumi kita ini, dan salah satunya adalah planet Mars. Penemuan tentang adanya air tawar di Mars bertepatan dengan perayaan tahun ke-10 pendaratan projek manusia di planet merah tersebut. Penemuan ini, tentu saja bakal menjadi suatu “terobosan” yang sangat berarti bagi harapan kehidupan di Mars, yang selama ini masih terlalmars-wateru “simpang siur”.
Para ilmuwan menemukan lumpur berusia sekitar 4 miliar tahun, dan yang lebih penting sampel mineral menunjukkan bahwa lumpur temuan tersebut  dikelilingi oleh air tawar, demikian laporan Tom Nightingale  .
Dr Paolo de Souza mengatakan bahwa  penemuan ini adalah terobosan , karena dengan bukti tersebut, sekarang kita bisa pastikan bahwa memang Mars adalah planet yang layak huni.

Beberapa tahun lalu penemuan air juga sudah terjadi, namun kandungan air yang ditemukan masih terlalu asam, seperti cuka, sehingga saat itu kesimpulan mengenai kelayakan huni manusia juga masih terlalu kabur. Namun dengan penemuan kandungan air tawar seperti yang baru-baru ini terjadi, memberi gambaran yang sangat jelas mengenai kelayakan dan kemungkinan hidup di planet merah tersebut..
Penemuan ini boleh dikatakan sebagai keberhasilan alat radio teleskop yang dikelolan  oleh CRIRO di Tidbinbilla, tidak jauh dari kota Canberra, Australia.

Posted by: grahita | January 26, 2014

Gila….. Cermin Bisa Baca SMS….

Dunia ini memang syarat dengan kemajuan. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa produk yang dirancang dengan menggunakan kekuatan teknologi sedemikian rupa sehingga bisa dimanfaatkan secara sempurna oleh penggunanya.

Saat ini anda Cermin cangging bisa baca SMSyang suka bercermin bisa berlega hati karena anda masih tetap bisa membaca SMS ketika anda sedang bercermin.

Cermin yang dirancang oleh Robert Stadler ini mampu menerima SMS yang dikirim melalui ponsel mobile dengan kejelasan huruf yang sangat luar biasa.

Cermin produksi Radi Designers ini memang diproduksi secara terbatas, dan ditawarkan dengan harga US$10,000.00 atau kurang lebih Rp. 110.000.000 (seratus sepuluh juta rupiah), anda berminat??

Posted by: grahita | January 25, 2014

Perlukah Mengukur Karakter Seseorang?

Saya pernah melakukan wawancara  dengan seorang  calon karyawan dalam sebuah proses rekruitmen yang  sedang saya tangani. Saya, dalam wawancara tersebut , melihat bahwa hampir semua peserta wawancara  berusaha menjadi bergairah , energik , cerdas , menarik, dan siap kerja.

birds19Pada akhir wawancara saya mulai merenungkan betapa membingungkan, bila kita akan melakukan penilaian, atau minimal membicarakan perbedaan antara kepribadian dengan karakter dan betapa pentingnya untuk memisahkannya.

Antara Kepribadian dan Karakter

Kepribadian mudah dibaca , dan kita semua ahli dalam hal itu . Kita bisa dengan mudah memberikan penilaian tertentu pada orang lain, misalnya  orang lucu , ekstrover , energik , optimis , percaya diri – serta terlalu serius , malas , negatif , dan pemalu ,bahkan  pada pertemuan pertama , atau segera sesudahnya, dan meskipun dalam kasus-kasus tertentu kita mungkin membutuhkan lebih banyak interaksi untuk meyakinkan  ciri kepribadian mereka , namun dalam  kenyataannya , biasanya kita bisa dengan mudah mengumpulkan data tersebut .
Karakter , di sisi lain , adalah satu bagian jiwa yang lebih rumit untuk dinilai dan dibutuhkan waktu serta proses yang jauh lebih lama untuk memecahkannya .  Karakter merupakan salah satu bagian dari sifat seseorang   yang akan diungkapkan hanya dalam kondisi yang sangat spesifik,seperti kejujuran , kebajikan , dan kebaikan . Ironisnya , penelitian telah menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian sebagian besar berubah oleh lingkungan dan keadaan di masa hidupnya . Ciri-ciri karakter , lebih didasarkan pada keyakinan , dan meskipun keyakinan juga dapat diubah , namun perubahan tersebut relatif kecil, dibandingkan dengan format kesadarannya. Sebagai contoh misalnya, dalam kasus pencurian, pelaku baru menyesal atau menyadari bahwa perbuatannya adalah salah, setelah melakukan perbuatannya.

Mangapa begitu penting untuk memisahkannya?

Masalah penilaian tentang kesesuaian seseorang memiliki peran penting dalam hidup kita (karyawan , teman, kekasih , pasangan ), dimana kita semua memiliki kecenderungan luar biasa untuk mengamati ciri-ciri kepribadian dan selalu mengharapkan  kehadiran karakter  dari setiap orang yang kita temui.
Kita semua sadar bahwa setiap individu cenderung untuk menghubungkan kepribadian dan karakter dengan  dua alasan utama : 1) kita ingin seperti orang-orang yang sudah kita sukai, dan  2) cara yang paling dapat diandalkan untuk menilai karakter seseorang adalah melelahkan mereka  dan memberi mereka beban yang membutuhkan  waktu .  Pada akhirnya kita benar-benar perlu mengamati orang-orang dalam situasi tertentu  dan mencari bangunan karakter menantang untuk bisa memperoleh kondisi yang bisa diandalkan . Sebagai contoh, jika kita menemukan  seseorang yang mudah berbohong  maka kita begitu mudah menyimpulkan bahwa dia juga melakukan hal yang sama di masa lalunya, dan tidak mungkin bisa berubah di masa yang akan datang.
Keyakinan telah mendorong  individu untuk melakukan hal-hal seperti kebohongan , kejujuran. Pertanyaan yang kemudian muncul : mungkinkah ada cara untuk melihat sekilas keyakinan tersebut tanpa harus mengamatinya dengan proses pengamatan yang mendalam?

Tentu saja jawabnya adalah: kecil kemungkinannya bila tidak menggunakan teknik pengamatan yang spesifik.

Humanica Perfecta adalah salah satu tools pemeriksaan psikologis produksi Grahita Indonesia yang mampu mengungkap karakter secara tuntas. Tentu saja alat ukur ini memerlukan proses administrasi penyelenggaraan yang serius dan benar.  Tools pemeriksaan karakter ini dipaparkan dengan sajian baterai test dan terdiri dari beberapa stimulan yang menuntut respon khusus bagi penggunanya.

Hasil dari cakupan pengumpulan data dari alat ukur ini memang luar biasa, dengan validitas 0,04 pada perimeter standar dan reliabilitas 6 bulan, membuat alat ukur ini layak dipergunakan di semua kalangan pengguna yang membutuhkan.

Semakin hari teknologi yang berkembang semakin banyak dan semakin hebat. Teknologi memang diciptakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan sesuatu.
Contohnya mandi dengan waktu yang singkat dan tanpa menggunakan air. Percaya?, percayalah, sekarang udah dikembangkan suatu produk teknologi agar manusia mandi tanpa menggunakan air.
Sekarang Manusia Bisa Mandi Tanpa Menggunakan AirTerinspirasi dari teman yang malas mandi, seorang mahasiswa asal Afrika Selatan yang bernama Ludwick Marishane mendapat pengakuan dunia untuk sebuah penemuan baru yaitu mandi kering. Mahasiswa yang berumur 22 tahun dari University of Cape Town ini menemukan sebuah produk yang diberi nama DryBath. DryBath adalah gel bening yang dioleskan pada kulit.

Gel ini mampu bekerja seperti air dan sabun. Penemuan yang berhasil memenangkan Global Student Entrepreneur of the Year Award 2011 ini memiliki fungsi yang sangat besar bagi Afrika dan juga negara berkembang lain dimana kebersihan dasar masih sangat kurang dan ratusan juta orang tidak memiliki akses untuk mendapatkan air.

Produk yang dihasilkan pun bervariasi seperti pencuci tangan anti-bakteri yang menghilangkan bau tajam alkohol. Sabun ini tidak berbau, ramah lingkungan, dan dilengkapi dengan pelembab. Marishane mendapat ide ini saat dia masih remaja di tempat tinggalnya yang miskin saat musim dingin ketika salah satu temannya mengatakan bahwa mandi sangat tidak menyenangkan dan semakin parah dengan tidak adanya air panas.

Marishane mengatakan bahwa saat itu temannya bilang mengapa tidak ada orang yang menemukan sesuatu yang bisa diaplikasikan di kulit sehingga seseorang tidak perlu lagi mandi. Saat itulah muncul ide Marishane. Dia kemudian menggunakan ponsel berbasis web-nya untuk mencari melalui Google dan juga Wikipedia dalam mencari formula yang tepat.

Enam bulan kemudian dia muncul dengan DryBath dan mendapat hak paten. Produk ini sekarang telah diproduksi secara komersial dengan kliennya termasuk sebuah maskapai penerbangan untuk penerbangan jarak jauh juga bagi para prajurit yang ada di lapangan. Marishane membantu penghematan air di bagian termiskin dunia. Seperti yang dikatakan Marishane, DryBath akan membantu masyarakat lebih banyak lagi.

Posted by: grahita | September 18, 2013

Siapakah Léon Foucault?

falcoutAnda mungkin bertanya siapakah Léon Foucault yang muncul di Google Doodle’s dan halaman utama Google.

Memang Leon Foucault, memiliki penemuan yang patut diberi apresiassi. Tak terkecuali bagi Google yang merayakan kelahiran Léon Foucault ke 194.

Ia merupakan salah seorang dari 72 nama yang tertulis di atas Menara Eiffel, Paris, Perancis. Wah keren kan!

Pria bernama lengkap Jean Bernard Léon Foucault adalah ilmuan Perancis yang pertama kali memperkenalkan pendulum Foucault. Perangkat yang mengikutkan namanya itu adalah alat penunjuk rotasi bumi.

Bukan cuma itu, Léon Foucault juga menciptakan tipe awal alat pengukur kecepatan cahaya, penemu arus eddy, dan banyak berjasa dalam penamaan giroskop.

Pendulum Foucault sendiri memiliki fungsi utama yang berguna untuk menunjukkan arah rotasi Bumi. Alat eksperimen tersebut memiliki bagian seperti bandul panjang yang mampu bergerak kesana kemari pada bidang vertikal. Bandul tersebut akan tetap terpasang dengan mengacu pada bintang tetap ketika Bumi berotasi di bawahnya, memerlukan waktu sehari untuk menyelesaikan rotasi.
Leon Foucault di Google Doodle’s

Leon Foucault di Google Doodle’s

Saat bandul Foucault ini digantung pada khatulistiwa, latar osilasi tetap terfiksasi secara relatif ke Bumi. Sementara di garis lintang lain, latar osilasi mempresesi Bumi secara relatif, namun lebih lambat daripada di kutub.

Bandul Foucault pertama kali diperkenalkan ke publik pada bulan Februari 1851 di Ruang Meridian yang ada di Observatorium Paris. Léon Foucault kemudian membuat bandul terkenalnya ketika ia menggantung potongan rambut seberat 28 kg dengan kabel sepanjang 67 meter dari kubah Panthéon di Paris.

Léon Foucault pada 18 September 1819 dan meninggal 11 Februari 1868. Ia kuliah ilmu kedokteran namun memiliki ketakutan akan darah sehingga tidak menyelesaikan kuliahnya.

Posted by: grahita | July 16, 2013

Eksperimen Bobo Doll

oleh: Yuventia Tunda Reka Anggita

bobodollSebelum kita mengenal Apa Itu Teori Modelling dan bagaimana Eksperimen Bobo Doll tersebut dilakukan, Ada baiknya kita mengenal dulu pencetus Teori tersebut. Ia adalah Albert Bandura yang dilahirkan di Mundare Northern Alberta Kanada. Kelahiran atau biasa disebut dengan hari ulang tahunnya tepat pada tanggal 4 Desember 1925. Albert Bandura menjalani masa kecilnya dengan berada di desa kecil sekaligus mendapatkan pendidikan. Pada tahun 1949 beliau mendapat pendidikan di University of British Columbia, dalam jurusan psikologi. Dia memperoleh gelar Master didalam bidang psikologi pada tahun 1951 dan setahun kemudian ia juga meraih gelar doctor (Ph.D). Jurusan yang Beliau pilih saat itu merupakan Psikologi Klinis.

Setelah mengenal sekilah mengenai kehidupan beliau kini saatnya membahas tentang teori gagasannya tersebut. Dimana, Eksperimen Bobo Doll menggunakan 2 kelompok Eksperimen. Kelompok A Diminta memperhatikan sekumpulan orang dewasa memukul, menumbuk, menendang, dan menjerit kearah patung besar yang disebut Bobo.Hasil dari kelompok A tampak anak-anak tersebut Meniru apa yang dilakukan orang dewasa dan justru lebih agresif dari yang dilihat. Sementara, Kelompok B Diminta memperhatikan sekumpulan orang dewasa bermesra dengan patung besar Bobo maka, Hasil yang didapat tidak menunjukkan tingkah laku yang agresif seperti kelompok A.

Dari hasil yang ada Albert Bandura bersama dengan Walter (1963), menjelaskan perlakuan anak-anak apabila mereka menonton orang dewasa memukul, mengetuk dengan palu besi dan menumbuk sambil menjerit-jerit dalam video. Setelah menonton video anak-anak ini diarah bermain di kamar permainan dan terdapat patung seperti yang ditayangkan dalam video. Setelah anak-anak tersebut melihat patung tersebut, mereka meniru aksi-aksi yang dilakukan oleh orang yang mereka tonton dalam video. Perlakuan meniru seseorang inilah yang menjadi hasil interaksi faktor dalam diri (kognitif) dan lingkungan. Dan Beliau juga mengutarakan bahwa Tingkah laku anak-anak yang dipelajari melalui peniruan merupakan hasil dari penguatan.

Daftar Pustaka :

Feist, J. 2010. Teori Kepribadian 1: Theories Of Personality edisi 7, New York , Mc Graw Hill, Jakarta : Salemba Empat

Posted by: grahita | July 11, 2013

Kontribusi Nyata Tak Sekedar Kobaran Kata

 


oleh: Yuventia Tunda Reka Anggita


Nama saya Tunda. Ya, mungkin nama itu terdengar aneh ketika diri saya memperkenalkan dimuka umum. Namun, saya tak malu. Bahkan,saya bangga pada nama yang sampai saat ini masih melekat dihidup saya. Orang tua saya memberikan nama itu bukanlah tanpa alasan. Tunda yang berarti Tuhan Memberikan Anak Kedua. Sebuah realita dari sebuah nama, dimana arti namalah yang terpenting.
Intermiso sebuah nama yang sedikit saya paparkan, mengingatkan akan satu hal. Dimana, kita manusia yang selalu menyuarakan hal positif untuk kisah hidup kita, namun kita tak tahu apa makna suara lantang yang selalu kita kobarkan. Saat manusia sudah dihadapkan pada sebuah realita kehidupan, saat itu juga kita merasa aneh bahkan dengan keanehan itu kita cenderung tidak peduli? Ketidakpedulian kita, tidaklah juga tanpa arti. Ada makna yang sebenarnya tersimpan didalam diri. Maka dari itulah, realita kehidupan jauh lebih unggul dari pada hanya kobaran kata yang disampaikan. Dan oleh sebab itu, saya sebagai mahasiswa memiliki tanggung jawab moril dimana banyak realita-realita kehidupan yang membutuhkan uluran tangan kita mahasiswa.
Dan realita itu, membawa jiwa saya tersentuh untuk menghadap kedepan dan mengabdilah bagi bangsa dengan sebuah kontribusi nyata. Selain itu, dengan senang hati saya bertukar cerita kepada teman-teman yang memiliki latarbelakang keluarga yang kurang beruntung seperti dipanti Asuhan, di Sekolah-sekolah kebutuhan khusus. Saya tidak malu
ketika saya harus berjalan bersama, bahkan bermain dengan mereka. Saya sebagai mahasiswa yang ingin mengkedepankan pengabdian demi kontribusi nyata, tidaklah rela menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk hidup saya berkembang, melayani, dan berproses secara bijak demi mewujudkan kontribusi nyata dan bukanlah sekedar kata.
Banyak orang yang jauh lebih pandai secara akademik dari pada saya. Namun hal itu tidaklah menjadi penghalang cita-cita saya untuk mengabdi di bidang pendidikan Indonesia. Karena prinsip hidup saya, berikan ketulusan walaupun kepandaian kita masih diperbincangkan. Karena hal terpenting dalam melayani adalah Kasih dimana kasih itu “Saya memberimu (…) tanpa kata Tapi,(…).
Akademik memang dibutuhkan, namun kita melayani dalam hal pendidikan tidaklah hanya akademik saja, Dimana manusia itu sendiri memiliki belahan otak dengan berbagai potensi kecerdasan. Dengan kita bernyanyi pun kita dapat memberikan sesuatu buat hidup kita. Dengan kita bercerita tentang pengalaman kita pun tanpa sadar kita sudah belajar berproses didalam kehidupan. Dan bangsa kita membutuhkan Kecerdasan yang bukan hanya pintar akademik saja. Yang diharapkan bangsa Indonesia di dalam pembukaan UUD 1945 mencerdaskan bangsa berarti cerdas yang bermoral dan apa yang menjadi potensi diri, kita ketahui dan kita evaluasi didalam hati sehingga menghasilkan sebuah attention dalam Kesadaran diri. Dan potensi tersebut mampu kita kembangkan untuk menjalani sebuah kehidupan.
Pendidikan yang berkarakter menurut sumber buku psikologi yang slalu saya baca adalah ketika pendidikan tersebut dapat memberikan pengalaman-pengalaman kepada anak-anak untuk menemukan makna kehidupan mereka . Dan bukan berarti seorang pengajar harus menggurui anak-anak yang dihadapinya, melaikan pengajar mampu berinteraksi saling belajar dengan evaluasi proses dan hasil belajar anak-anak tersebut agar membentuk instrumen karakter yang jujur, kerja keras, dan bijaksana. Karakter tersebutlah yang paling dibutuhkan bagi pembaharu-pembaharu bangsa Indonesia.
Mengapa saya menyebut pembaharu bangsa Indonesia dan bukan sebagai penerus bangsa? Alasan saya sangat kuat Karena saya tidak ingin kami anak-anak bangsa, Putra dan Putri Indonesia menjadi penerus bangsa dengan korupsi, dan kolusi. Saya ingin kami Putra dan Putri Indonesia menjadi pembaharu bangsa yang jujur, dan kerja keras. Itulah kecintaan saya akan Indonesia dan yang ingin saya kedepankan adalah Kontribusi nyata akan jauh lebih berguna dari pada sekedar kata. Dan karena itulah saya ada untuk menjalani realita kehidupan bangsa Indonesia.

 

Catatan tentang penulis:

Yuventia Tunda Reka Anggita

Jurnalis tetap Grahita Indonesia,

Mahasiswi Fakultas Psikologi UGM, ia juga seorang penulis yang sangat aktif.

 

Posted by: grahita | June 16, 2013

Saat Sekolah Terasa Sangat Menyenangkan

Penulis: Yuventia Tunda

sekolahSiapa bilang sekolah menyeramkan?? Bukan sekolah kok yang menyeramkan, mungkin metodenya aja yang perlu diperhatikan. Nyatanya, bagiku dan mungkin sebagian besar dari teman-teman merasa nyaman saat sekolah tidak hanya memberikan teori-teori di dalam kelas. Ada kalanya pelajar terasa lebih mengerti, paham bahkan mampu mendalami sebuah materi saat diminta berproses dan bekerja langsung di lapangan. Tak hanya pelajaran yang akan didapat namun, juga kesenangan yang meringankan dari keidentikan sekolah yaitu Tugas yang menumpuk. Dengan lebih banyak berproses di lapangan, paling tidak akan membuat  pelajar lebih mengingat kejadian apa yang kami lihat saat itu dan apa saja yang kami pelajari hari itu. Namun, memang setiap sekolah harus mengimbangi dengan teori-teori yang mungkin tidak dapat kami lihat atau kami jumpai disekitar lingkungan.

Perasaan senang selalu muncul saat sekolah mengadakan kegiatan yang sesekali mengajak kami belajar sembari berekreasi, seperti study lapangan ke luar sekolah atau masih dalam lingkungan sekolah tapi berada diluar kelas dan diberi permainan atau tugas kelompok yang berhubungan dengan materi yang dipelajari. Contoh kegiatan diluar sekolah yang seringn dilakukan seperti dengan mencari info tentang materi yang dipelajari dari apa yang terlihat dilingkungan sekolah, setelah itu kami diminta melakukan pengamatan atau sekedar bermain sesuai materi, itu jauh lebih menyenangkan bagi para pelajaran pada masa ini.

Tetapi hal ini juga perlu diingat bagi kita para siswa/i , bahwa jangan  sampai  mereka salah menempatkan, artinya bukan berarti di lapangan kita merasa bahwa kita sedang rekreasi sembari belajar, melainka kita harus tetap memposisikan diri sebagai pelajar yang sedang belajar sembari berekreasi. Sehingga, hal ini tetap pada tujuan utama untuk belajar bukan berekreasi. Saya merasa apa bila para siswa/i dapat menempatkan diri dengan baik pasti cara belajar sembari bermain tersebut akan terasa sangat efektif dalam kita berproses.

Selain menyenangkan dan dapat lebih cepat memahami materi, ada hal positif lain yang ditunjukan dengan adanya kegiatan-kegiatan sekolah yang berbasis belajar sambil bermain yaitu mengompakan para siswa/i dan dapat membentuk sosialisasi baik yang akan terjalin antara siswa/i yang satu dengan yang lain, antara guru dengan murid, antara murid dengan lingkungan sekitar, dan antara murid dengan kehidupan masyarakat. Hal itu sangat tampak ketika para siswa/i harus berinteraksi dengan kelompok, teman. Para murid juga harus berinteraksi dengan guru untuk konsultasi atau bertanya Selain itu terkadang para murid harus berinteraksi dengan masyarakat sektar untuk memperoleh informasi-informasi yang berkaitan dengan materi.

Jadi, bukan sekolah kan yang menyeramkan? Kalau metode dapat diubah menjadi lebih baik pasti banyak pelajar yang akan menganggap sekolah adalah rumah kedua yang menyenangkan loh. Lagi pula, hal ini sangat baik dalam pembentukan kepribadian para murid tanpa mengurangi tujuan utama seorang pelajar. Tak ada salahnya, sekolah mempertimbangkan metode belajar sambil bermain karena pada kenyataannya, murid lebih memahami belajar sambil bermain dari pada belajar yang hanya teori di dalam kelas dan terpaku pada satu materi dan terasa kaku dan membosankan.

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers