Posted by: grahita | June 18, 2011

Mengantisipasi Anuptaphobia pada Remaja

Eko Budhi Purwanto

“Anuptaphobia adalah suatu kondisi yang muncul karena sebuah kombinasi kejadian eksternal dengan predisposisi internal.”

Pada dasarnya anuptaphobia merupakan kondisi pobia yang amat sangat tidak biasa, dan seperti banyak diduga oleh para pakar, anutaphobia ini memang memiliki semacam “link” dengan gamophobia (ketakutan untuk menikah). Anuptaphobia adalah suatu kondisi yang muncul karena sebuah kombinasi kejadian eksternal dengan predisposisi internal. Berbeda dengan gamophobia, maka Anuptaphobia adalah kondisi kejiwaan dimana individu yang mengalaminya merasa takut untuk terus menjadi jomblo di dalam kehidupannya.
Komunitas dimana individu hidup dan beraktivitas merupakan faktor eksternal yang paling menentukan dalam konteks ini, terutama menyangkut pandangan, serta gaya hidup komunitas akan sangat menentukan kadar phobia ini. Tentusaja predisposisi internal individu yang bersangkutan menjadi kombinasi pemicu yang tak kalah pentingnya dalam kehidupan penderita. Saya lebih menyebut mereka yang mangalami phobia adalah “penderita”, karena pada dasarnya mereka merasakan psycho-pain yang memang harus segera dibantu. Remaja yang mengalami pergolakan jiwa pada masa perkembangannya, akan cenderung memanfaatkan kecerlaluan sosial sebagai tempat predisposisi pribadi, seperti layaknya tempat persembunyian pribadi negatif yang memang “sangat ia sukai”, walau harus menderita secara psikologis.
Remaja yang mengalami gangguan pobia ini, akan cenderung berusaha untuk mengendalikan hidupnya melalui pertaruhan heterososial yang luar biasa. Sebagian besar remaja putri yang mangalami gangguan phobia ini menjadi tidak pernah selektif ketika memilih pasangan. Sementara pada remaja pria yang mengalami phobia ini pada umumnya memiliki kecenderungan untuk terus berimajinasi seakan dirinya benar-benar telah memiliki pasangan yang ideal bagi dirinya. Mereka akan menunjuk siapa saja, terlepas apakah pasangan yang mereka maksud benar-benar telah dimilikinya atau bahkan sebaliknya. Remaja pria dengan phobia ini memiliki kecenderungan untuk tidak gigih dalam menghadapi persoalan hubungan, hal tersebut yang menyebabkan mereka kemudian terlalu sering berpindh pasangan. Sebaliknya remaja puri yang mengalami phobia ini, cenderung mudah menyerah pada kekuasaan pasangannya.
Beberapa symptom umum dari phobia ini adalah:
1. Kecemasan yang ekstrim
2. Perasaan panik yang berlabihan
3. Nafas terengah-engah
4. Detak jantung yang tidak teratur
5. Nausea
6. Bicara terbata-bata
7. Beberapa kasus mual sampai dengan muntah
8. Mulut dan tenggorokan terasa kering.

Langkah Antisipasi:
Pada prinsipnya ada berbagai treatment yang bisa dilakukan untuk mangatasi persoalan ini, hipnotherapy, konseling, terapi kognitif, teknik relaksasi, dan beberapa treatment pilihan lain juga bisa dilakukan.
Mengantisipasi Anuptaphobia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mengantisipasi jenis phobia lainya.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu phobia ini yakni:
1. Trigering Glue
Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan untuk membantu penderita Anuptaphobia adalah dengan mencegah terjadinya “triger” atau keinginan yang terlalu menggelora untuk mendapatkan pasangan dengan cara mengikat perasaannya dengan komunitas yang tepat. Individu yang mengalami gangguan ini kemudian akan harus diytempatkan pada “komunitas buatan” yang terstruktur selama proses pemulihannya. Para pakar pemulihan biasanya sudah sangat terbiasa dengan metode semacam ini, dalam arti mereka akan memang sudah memiliki fasilitas ini.
2. Predirecting
Setelah mereka cukup mampu membuang trigernya, penderita phobia ini diusahakan dengan membuang predisposisi negatif terhadap terutama keberadaan hidupnya. Tujuan langkah predireksi ini adalah menyederhanakan pandangan dan pola pikirnya tentang makna hubungan heterososial sehingga penderita lebih mampu membedakan antara hubungan yang ideal dengan sekedar kebutuhan hubungan yang terlalu membara tanpa tujuan yang jelas. Penderita biasanya akan dibawa dalam pemikiran yang lebih rasional melalui pasangan heterososial yang sudah “dikondisi”.
Langkah pemulihan di atas merupakan metode yang lebih dikenal dengan Margue Memory Method.

Pertolongan Pertama Anuptophobia:
Teknik EFT (Emotion Freedom Technic) dan NLP (Neuro Linguistic Program) bisa menjadi alternatif pertolongan sementara untuk kasus semacam ini.
Walau bersifat sementara, namun metode diatas cukup membantu sebelum penderita phobia mendapatkan metode pemulihan yang tepat. Sumber: berbagai sumber


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers

%d bloggers like this: